Menu

Surah Al-Fajr

Fajar

Chapter 89 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Al-Fajr

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 89 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al-'Ankabut terdiri dari 69 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyyah.</p><p>Dinamai "Al-'Ankabut" berhubung kata Al-'Ankabut yang berarti "laba-laba" terdapat pada ayat 41 surat ini, ketika Allah mengumpamakan para penyembah berhala dengan laba-laba yang meyakini kekuatan sarangnya sebagai tempat berlindung dan tempat menjerat mangsa, padahal jika dihembuskan angin atau ditimpa suatu barang yang kecil, sarang itu akan hancur. Begitu pula halnya kaum musyrikin yang meyakini kekuatan sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan meminta sesuatu, padahal sembahan itu tidak mampu sedikit pun menolong mereka dari azab Allah ketika di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Shaleh, dan lain-lain. Terlebih, menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan mereka itu lebih tidak mampu lagi menghindarkan dan melindungi mereka.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>1. **Keimanan:**</p><p> Bukti-bukti tentang keberadaan hari kebangkitan dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya; setiap jiwa akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali; Allah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.</p><p>2. **Hukum-hukum:**</p><p> Kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua; kewajiban mengerjakan shalat karena bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar; kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun dari ibu bapak.</p><p>3. **Kisah-kisah:**</p><p> Kisah-kisah ujiaan yang dialami oleh Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Syu'aib, Nabi Dawud, Nabi Shaleh, dan Nabi Musa</p><p>4. **Lain-lain:**</p><p> Cobaan diperlukan untuk menguji keimanan seseorang; manfaat usaha manusia kembali kepada dirinya sendiri, bukan kepada Allah; perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.</p><p>Surat Al-'Ankabut menerangkan bahwa seseorang yang mengatakan diri beriman belum bisa dikatakan benar-benar beriman sebelum imannya itu diuji. Orang yang imannya lemah, setelah disakiti sedikit saja, maka hancurlah imannya. Adakalanya mereka menjadi munafik dan adakalanya kembali menjadi kafir. Orang munafik dan orang kafir tidak akan luput dari azab Allah sebagaimana yang telah dialami oleh umat-umat terdahulu.</p><p>Allah juga mengumpamakan kepercayaan orang-orang musyrikin terhadap kekuatan berhala-berhala yang disembahnya sama dengan kepercayaan laba-laba terhadap kekuatan sarangnya. Allah menyuruh orang yang beriman mengerjakan shalat, mengingat Allah, dan menyampaikan agama-Nya. Apabila orang-orang musyrik tetap enggan menerima ajakan maka itu adalah urusan Allah. Apabila mereka bertindak sewenang-wenang dan kaum muslimin belum mempunyai kekuatan, kaum muslimin harus berhijrah ke tempat lain karena bumi Allah luas, dan Allah yang menentukan dan menjamin rezeki setiap makhluk.</p><p>Dunia adalah fana sedangkan akhirat adalah kekal. Di akhirat, orang-orang kafir mendapat azab yang kekal sedangkan orang-orang yang berjihad di jalan Allah mendapat kesenangan yang abadi.</p><p>**Hubungan Surat Al-'Ankabut Dengan Surat Ar-Rum:**</p><p>1. Bagian permulaan surat Al-'Ankabut menerangkan tentang jihad sebagai ujian bagi orang-orang mukmin, bahwa manusia itu diciptakan Allah bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk berusaha dan berjihad di jalan Allah sampai akhir hayat. Dalam berusaha dan berjihad di jalan Allah serta berjuang, manusia biasa mendapat halangan dan rintangan, namun hanya orang-orang mukmin saja yang sanggup mengatasi halangan dan rintangan ini sehingga mendapat kesenangan. Kemudian pada akhir surat Al-'Ankabut ini diulangi kembali tentang berjihad itu. Permulaan surat Ar-Rum mengandung arti bahwa orang mukmin akan mengalahkan orang-orang musyrik dalam waktu dekat. Maka ditinjau dari segi berjihad dan usaha mewujudkannya, surat Ar-Rum dianggap sebagai penyempurnaan dari apa yang dikemukakan dalam surat Al-'Ankabut.</p><p>2. Surat Al-'Ankabut mengemukakan tentang keesaan Allah dan hari kebangkitan secara global, sedangkan surat Ar-Rum mengemukakan bukti-bukti hal tersebut secara terperinci.</p><p>3. Surat Al-'Ankabut menyebutkan bahwa kewajiban para rasul hanya menyampaikan agama Allah, sedangkan surat Ar-Rum menyebutkan bahwa rasul-rasul tidak dapat memberikan taufik dan tidak mampu menjadikan seseorang menerima apa yang disampaikannya. Hanya Allah yang mampu melakukan hal tersebut.</p>

Verse by verse

Surah Al-Fajr · Fajar

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ وَالْفَجْرِ

    Demi fajar,

  2. Ayah 2

    وَلَيَالٍ عَشْرٍ

    dan malam yang sepuluh,

  3. Ayah 3

    وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

    dan yang genap dan yang ganjil,

  4. Ayah 4

    وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ

    dan malam bila berlalu.

  5. Ayah 5

    هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ

    Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

  6. Ayah 6

    أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

    Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?

  7. Ayah 7

    إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ

    (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

  8. Ayah 8

    الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ

    yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

  9. Ayah 9

    وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

    dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,

  10. Ayah 10

    وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ

    dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

  11. Ayah 11

    الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ

    yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

  12. Ayah 12

    فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ

    lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

  13. Ayah 13

    فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

    karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

  14. Ayah 14

    إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ

    sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

  15. Ayah 15

    فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

    Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".

  16. Ayah 16

    وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

    Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".

  17. Ayah 17

    كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ

    Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

  18. Ayah 18

    وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

    dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

  19. Ayah 19

    وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا

    dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

  20. Ayah 20

    وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

    dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

  21. Ayah 21

    كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا

    Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

  22. Ayah 22

    وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

    dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

  23. Ayah 23

    وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ

    Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

  24. Ayah 24

    يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

    Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".

  25. Ayah 25

    فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

    Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

  26. Ayah 26

    وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ

    dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

  27. Ayah 27

    يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

    Hai jiwa yang tenang.

  28. Ayah 28

    ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

    Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

  29. Ayah 29

    فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

    Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,

  30. Ayah 30

    وَادْخُلِي جَنَّتِي

    masuklah ke dalam surga-Ku.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.