Menu

Surah Al-Ghashiyah

Hari Pembalasan

Chapter 88 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Al-Ghashiyah

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 88 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al-Qashash terdiri dari 88 ayat dan termasuk surat Makkiyyah.</p><p>Dinamai dengan "Al-Qashash" karena pada ayat ke-25 surat ini terdapat kata "Al-Qashash" yang berarti "cerita". Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa bertemu dengan Nabi Syu'aib, ia menuturkan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yakni pengalamannya bersama Fir'aun, sampai ketika ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja. Syu'aib menjawab bahwa Musa telah selamat dari pengejaran orang-orang zalim.</p><p>Turunnya ayat ke-25 surat ini sangat besar artinya bagi Nabi Muhammad dan para sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah. Hal ini menambah keyakinan mereka, bahwa pada akhirnya orang-orang Islamlah yang akan menang. Ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam perjuangannya menghadapi musuh-musuh agama. Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin ini ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung isyarat bahwa, setelah hijrah ke Madinah, kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah. Surat Al-Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa sehingga, menurut suatu riwayat, surat ini juga dinamai surat Musa.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>1. **Keimanan:**</p><p> Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentuan itu; alam adalah fana dan hanya Allah yang Kekal; semuanya akan kembali kepada Allah; Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikan.</p><p>2. **Kisah-kisah:**</p><p> Kekejaman Fir'aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil; Musa dilemparkan ke sungai Nil, Musa membunuh seorang Qibthi tanpa sengaja; Musa di Madyan; Musa menerima perintah menyeru Fir'aun di gunung Sinai; kisah Karun.</p><p>3. **Lain-lain:**</p><p> Al-Qur'an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat terdahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad; ahli kitab yang beriman kepada Nabi Muhammad diberi pahala dua kali lipat; hikmah Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur; hanya Allah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman; Allah menghancurkan suatu negeri karena kezaliman penduduknya sendiri; Allah tidak akan mengazab suatu umat sebelum rasul diutus kepadanya; keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka pada hari kiamat; pergantian siang dan malam sebagai rahmat bagi manusia; Allah memberi balasan kebaikan dengan berlipat ganda sedangkan balasan kejahatan seimbang dengan yang telah dilakukan; janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad.</p><p>Surat Al-Qashash diturunkan pada waktu kaum muslimin dalam keadaan lemah, sedangkan orang musyrik Mekah, sebagai penguasa, ketika itu mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang besar.</p><p>Dalam surat ini, Allah mengemukakan bahwa Fir'aun sebagai seorang raja yang mempunyai kekuasaan yang tak terbatas, dan Qarun sebagai seorang yang berilmu yang mempunyai harta yang tidak terhingga, akan binasa bersama apa yang dimiliki karena mengingkari agama Allah, sedangkan Musa yang semula tidak mempunyai apa pun justru mendapat kemenangan karena mengikuti agama Allah. Ayat ke-59 menegaskan lagi bahwa Allah menghancurkan negeri-negeri yang penduduknya zalim. Kemudian surat ini ditutup dengan menerangkan bahwa kaum muslimin, sekalipun dalam keadaan lemah, nanti setelah hijrah ke Madinah akan kembali lagi ke Mekah sebagai pemenang. Karena itu, tetaplah menyembah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dialah Mahakuasa dan menentukan segala sesuatu.</p><p>**Hubungan Surat Al-Qashash Dengan Surat Al-'Ankabut:**</p><p>1. Surat Al-'Ankabut dimulai dengan hiburan dari Allah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang selalu disakiti, diejek, dan diusir oleh orang-orang musyrik Mekah, bahwa orang-orang yang beriman itu akan menerima cobaan atas keimanan mereka, sedangkan surat Al-Qashash menerangkan berbagai macam cobaan yang dialami oleh Nabi Musa dan Bani Israil dalam menghadapi kekejaman Fir'aun. Oleh sebab itu, Allah menyuruh agar Nabi Muhammad dan para sahabatnya agar terus bersabar dalam menghadapi cobaan-cobaan itu.</p><p>2. Surat Al-Qashash mengisahkan tentang keselamatan Nabi Musa dari pengejaran Fir'aun setelah secara tidak sengaja membunuh orang Qibti. Juga mengisahkan tentang keselamatan Nabi Musa dan pengikutnya dari pengejaran Fir'aun dan bala tentaranya dan tenggelamnya Fir'aun dan bala tentaranya di laut Merah. Sementara itu, surat Al-'Ankabut mengisahkan keselamatan Nabi Nuh dan pengikutnya di atas kapal dan tenggelamnya orang-orang yang mengingkari seruan Nabi Nuh. Semua ini menunjukkan pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.</p><p>3. Surat Al-Qashash mengemukakan kelemahan kepercayaan orang-orang yang menyembah berhala dengan menerangkan keadaan penyembah-penyembah berhala dengan berhala itu sendiri pada hari kiamat, sedangkan surat Al-'Ankabut menyatakan kesalahan kepercayaan tersebut dengan membandingkannya dengan laba-laba yang percaya akan kekuatan sarangnya yang sangat lemah itu.</p><p>4. Kedua surat ini sama-sama menerangkan kisah Fir'aun dan Qarun serta akibat perbuatan keduanya. Kedua Surat ini sama-sama menyinggung hijrah Nabi Muhammad.</p>

Verse by verse

Surah Al-Ghashiyah · Hari Pembalasan

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

    Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

  2. Ayah 2

    وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ

    Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,

  3. Ayah 3

    عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ

    bekerja keras lagi kepayahan,

  4. Ayah 4

    تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً

    memasuki api yang sangat panas (neraka),

  5. Ayah 5

    تُسْقَىٰ مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ

    diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

  6. Ayah 6

    لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ

    Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

  7. Ayah 7

    لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِن جُوعٍ

    yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

  8. Ayah 8

    وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ

    Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

  9. Ayah 9

    لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ

    merasa senang karena usahanya,

  10. Ayah 10

    فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

    dalam surga yang tinggi,

  11. Ayah 11

    لَّا تَسْمَعُ فِيهَا لَاغِيَةً

    tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

  12. Ayah 12

    فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ

    Di dalamnya ada mata air yang mengalir.

  13. Ayah 13

    فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ

    Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,

  14. Ayah 14

    وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ

    dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

  15. Ayah 15

    وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ

    dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

  16. Ayah 16

    وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ

    dan permadani-permadani yang terhampar.

  17. Ayah 17

    أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

    Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,

  18. Ayah 18

    وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ

    Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

  19. Ayah 19

    وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

    Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

  20. Ayah 20

    وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

    Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

  21. Ayah 21

    فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ

    Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

  22. Ayah 22

    لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

    Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

  23. Ayah 23

    إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ

    tetapi orang yang berpaling dan kafir,

  24. Ayah 24

    فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

    maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

  25. Ayah 25

    إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

    Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

  26. Ayah 26

    ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُم

    kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.