Menu

Surah Al-Mutaffifin

Orang-orang Curang

Chapter 83 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Al-Mutaffifin

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 83 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al-Mu'minun terdiri dari 118 ayat dan termasuk surat Makkiyyah.</p><p>Dinamai "Al-Mu'minun" karena permulaan surat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang mukmin yang mendatangkan keberuntungan di akhirat dan ketenteraman jiwa di dunia. Sedemikian tinggi sifat-sifat itu, maka ia pun menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>1. **Keimanan:**</p><p> Kepastian hari kebangkitan dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat; Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.</p><p>2. **Hukum-hukum:**</p><p> Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya; semua rasul menyuruh umatnya untuk memakan makanan yang halal dan baik; pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama hanya syariatnya yang berbeda-beda.</p><p>3. **Kisah-kisah:**</p><p> Kisah Nabi Nuh; kisah Nabi Hud; kisah Nabi Musa dan Nabi Harun; kisah Nabi 'Isa.</p><p>4. **Lain-lain:**</p><p> Tujuh perkara yang harus dipenuhi seorang mukmin yang ingin beruntung di dunia dan di akhirat; proses kejadian manusia; tanda-tanda orang yang bersegera melakukan kebaikan; nikmat yang Allah anugerahkan kepada manusia dan wajib disyukuri.</p><p>Surat Al-Mu'minun dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki seorang mukmin yang beruntung di dunia dan di akhirat. Meskipun Allah tidak membeda-bedakan pemberian rezeki di dunia ini kepada manusia apakah ia mukmin atau kafir, tetapi kebahagiaan yang sebenarnya hanya diberikan kepada orang-orang yang mukmin di akhirat kelak. Kemudian dikemukakan apa yang telah dialami oleh para nabi dan umatnya masing-masing. Orang yang mengikuti nabi akan mendapat pertolongan Allah dan orang yang mengingkari nabi akan dimusnahkan Allah. Hal ini hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi yang datang setelahnya. Setelah menggambarkan kedahsyatan hari kiamat, surat ini ditutup dengan menggambarkan hasil yang diperoleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir di akhirat nanti.</p><p>**Hubungan Surat Al-Mu'Minun Dengan Surat An-Nur:**</p><p>1. Pada permulaan surat Al-Mu'minun disebutkan bahwa salah satu tanda orang mukmin ialah menjaga kemaluan, sedangkan permulaan surat An-Nur menetapkan hukum bagi orang yang tidak dapat menjaga kemaluan, yaitu zina dan apa yang berhubungan dengannya, seperti: menuduh orang berbuat zina, qishshatul ifki, menjaga pandangan, menyuruh orang yang belum sanggup menikah agar menahan diri, dan sebagainya.</p><p>2. Pada surat Al-Mu'minun Allah menegaskan bahwa Dia menciptakan alam ini dengan hikmah, yaitu agar semua makhluk melaksanakan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, sedangkan surat An-Nur menyebutkan sejumlah perintah dan larangan itu.</p>

Verse by verse

Surah Al-Mutaffifin · Orang-orang Curang

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ

    Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang

  2. Ayah 2

    الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

    (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,

  3. Ayah 3

    وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

    dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

  4. Ayah 4

    أَلَا يَظُنُّ أُولَـٰئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ

    Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,

  5. Ayah 5

    لِيَوْمٍ عَظِيمٍ

    pada suatu hari yang besar,

  6. Ayah 6

    يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

    (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?

  7. Ayah 7

    كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ

    Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.

  8. Ayah 8

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا سِجِّينٌ

    Tahukah kamu apakah sijjin itu?

  9. Ayah 9

    كِتَابٌ مَّرْقُومٌ

    (Ialah) kitab yang bertulis.

  10. Ayah 10

    وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

    Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

  11. Ayah 11

    الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

    (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.

  12. Ayah 12

    وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

    Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

  13. Ayah 13

    إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

    yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu"

  14. Ayah 14

    كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

    Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.

  15. Ayah 15

    كَلَّا إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ

    Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.

  16. Ayah 16

    ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ

    Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.

  17. Ayah 17

    ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ

    Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan".

  18. Ayah 18

    كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ

    Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin.

  19. Ayah 19

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ

    Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu?

  20. Ayah 20

    كِتَابٌ مَّرْقُومٌ

    (Yaitu) kitab yang bertulis,

  21. Ayah 21

    يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ

    yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).

  22. Ayah 22

    إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ

    Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga),

  23. Ayah 23

    عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ

    mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

  24. Ayah 24

    تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ

    Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.

  25. Ayah 25

    يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ

    Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),

  26. Ayah 26

    خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

    laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

  27. Ayah 27

    وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ

    Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim,

  28. Ayah 28

    عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ

    (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

  29. Ayah 29

    إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

    Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

  30. Ayah 30

    وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

    Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

  31. Ayah 31

    وَإِذَا انقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انقَلَبُوا فَكِهِينَ

    Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

  32. Ayah 32

    وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَـٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ

    Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat",

  33. Ayah 33

    وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ

    padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.

  34. Ayah 34

    فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

    Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,

  35. Ayah 35

    عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ

    mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

  36. Ayah 36

    هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

    Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.