Menu

Surah At-Takwir

Menggulung

Chapter 81 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah At-Takwir

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 81 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al-Anbiya' terdiri dari 112 ayat dan termasuk surat Makkiyyah.</p><p>Surat ini dinamai dengan "Al-Anbiya'" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa nabi. Permulaan surat Al-Anbiya' menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari penghisaban. Mengingat adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad maka Allah menegaskan bahwa meskipun nabi-nabi ini manusia biasa, tetapi mereka membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan manusia berkewajiban menyembah Allah, Penciptanya. Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa nabi-nabi akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti. Kemudian dikemukakan kisah beberapa nabi dengan umatnya. Selanjutnya, surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah beriman kepada ajaran yang dibawa Muhammad supaya tidak mengalami hal yang pernah dialami oleh umat-umat terdahulu. </p><p>Selain yang tersebut di atas, pokok-pokok isi surat ini antara lain:</p><p>1. **Keimanan:**</p><p> Para nabi dan para rasul diangkat Allah dari jenis manusia; langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah; semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah; setiap yang bernyawa akan merasakan mati; cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan; hari kiamat datang dengan tiba-tiba.</p><p>2. **Kisah-kisah:**</p><p> Kisah Nabi Ibrahim (ajakan Ibrahim kepada ayahnya untuk menyembah Allah, bantahan Ibrahim terhadap kaumnya yang menyembah berhala, bantahan Ibrahim terhadap Namrudz yang menganggap diri Tuhan); kisah Nabi Nuh, kisah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman; kisah Nabi Ayyub; kisah Nabi Yunus a.s.; kisah Zakariya a.s.</p><p>3. **Lain-lain:**</p><p> Keutamaan Al-Qur'an; tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad untuk mendatangkan mukjizat selain Al-Qur'an; kehancuran suatu umat karena kezaliman diri sendiri; Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmahnya; tanya-jawab antara berhala dan penyembahnya di neraka; kemunculan Ya'juj dan Ma'juj sebagai tanda kedatangan hari kiamat; bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya; kejadian alam semesta; sesuatu yang hidup berasal dari air.</p><p>Surat Al-Anbiya' menerangkan bahwa sudah menjadi sunnatullah bahwa para nabi atau rasul yang diutus adalah dari jenis manusia yang diberi kitab dan mukjizat. Dasar agama (aqidah) yang dibawa oleh para nabi adalah sama, hanya berbeda dalam syariat (hukum furu') yang disesuaikan dengan perkembangan masa dan kondisi.</p><p>**Hubungan Surat Al-Anbiya' Dengan Surat Al-Hajj:**</p><p>1. Pada akhir surat Al-Anbiya' dikemukakan hal-hal yang berhubungan dengan hari kiamat, sedang pada permulaan surat Al Hajj dikemukakan bukti-bukti adanya hari kebangkitan dengan dalil akal.</p><p>2. Surat Al-Anbiya' mengutarakan bahwa Allah tidak menjadikan manusia sebagai makhluk yang kekal hidupnya, semua akan merasakan mati. Kemudian mereka dibangkitkan pada hari kiamat untuk penghisaban atas perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan di dunia. Pada surat Al Hajj diterangkan bahwa manusia dapat menjadikan dalil keadaan pertumbuhan yang terdapat di alam semesta, dari ada kepada tidak ada dan sebaliknya, sebagai bukti bahwa janji Allah tentang hari kebangkitan pasti akan menjadi kenyataan.</p><p>3. Surat Al-Anbiya' menerangkan kisah nabi-nabi dan dalil-dalil yang dihadapkan kepada kaumnya tentang kebenaran agama yang dibawanya, sedangkan surat Al Hajj menuntut agar manusia memperhatikan aneka ragam ciptaan Allah dan pengaturannya, untuk memperkuat keimanan kepada kebenaran agama Allah.</p>

Verse by verse

Surah At-Takwir · Menggulung

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

    Apabila matahari digulung,

  2. Ayah 2

    وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ

    dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

  3. Ayah 3

    وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

    dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

  4. Ayah 4

    وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ

    dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)

  5. Ayah 5

    وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ

    dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

  6. Ayah 6

    وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ

    dan apabila lautan dijadikan meluap

  7. Ayah 7

    وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ

    dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)

  8. Ayah 8

    وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ

    dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

  9. Ayah 9

    بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ

    karena dosa apakah dia dibunuh,

  10. Ayah 10

    وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ

    dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

  11. Ayah 11

    وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ

    dan apabila langit dilenyapkan,

  12. Ayah 12

    وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ

    dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

  13. Ayah 13

    وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ

    dan apabila surga didekatkan,

  14. Ayah 14

    عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا أَحْضَرَتْ

    maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

  15. Ayah 15

    فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ

    Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

  16. Ayah 16

    الْجَوَارِ الْكُنَّسِ

    yang beredar dan terbenam,

  17. Ayah 17

    وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ

    demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

  18. Ayah 18

    وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

    dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

  19. Ayah 19

    إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

    sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

  20. Ayah 20

    ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ

    yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy,

  21. Ayah 21

    مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ

    yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

  22. Ayah 22

    وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ

    Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

  23. Ayah 23

    وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ

    Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

  24. Ayah 24

    وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ

    Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

  25. Ayah 25

    وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَّجِيمٍ

    Dan Al Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

  26. Ayah 26

    فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ

    maka ke manakah kamu akan pergi?

  27. Ayah 27

    إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ

    Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

  28. Ayah 28

    لِمَن شَاءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ

    (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.

  29. Ayah 29

    وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.