Menu

Surah An-Nazi'at

Malaikat yang Mencabut

Chapter 79 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah An-Nazi'at

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 79 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Maryam terdiri dari 98 ayat, dan termasuk surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habasyah. Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikutnya ketika ia ikut hijrah bersama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habasyah.</p><p>Surat ini dinamai "Maryam", karena surat ini menyinggung kisah Maryam, ibu Nabi 'Isa, yang melahirkan putranya, 'Isa, secara ajaib sebab tanpa melalui proses pernikahan dan percampuran dengan seorang laki-laki pun. Kelahiran 'Isa tanpa ayah merupakan suatu bukti kekuasaan Allah. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya doa Zakariya oleh Allah, agar beliau dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita serta kepercayaan beliau, sedang beliau sudah berusia lanjut dan istri beliau mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi mustahil terjadi.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>1. **Keimanan:**</p><p> Allah berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya meskipun tidak sesuai dengan hukum alam; 'Isa bukan anak Allah karena mustahil Allah mempunyai anak; Jibril turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah; pada hari kiamat orang kafir menghadap Allah dengan sendiri-sendiri dan semua manusia akan menghadap Allah sebagai hamba.</p><p>2. **Kisah-kisah:**</p><p> Allah mengabulkan doa Zakariya untuk memperoleh anak meskipun sudah berusia lanjut dan istri mandul; kisah kelahiran 'Isa tanpa ayah; kisah Ibrahim dengan ayahnya; Musa seorang yang dipilih oleh Allah; Ismail seorang yang membenarkan janji; Idris seorang yang sangat kuat kepercayaannya.</p><p>3. **Lain-lain:**</p><p> Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsu serta kabar gembira untuk orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh; keadaan di surga; membiarkan orang yang sesat bergelimang dalam kesesatan setelah diberi petunjuk adalah sunnatullah.</p><p>Surat Maryam mengemukakan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh manusia apabila mereka memikirkan kejadian-kejadian di alam semesta dalam hubungan dengan Penciptanya. Ada kejadian yang terjadi sesuai dengan sunnatullah dan dapat dipikirkan oleh manusia, dan ada pula kejadian yang luar biasa, aneh dan ajaib yang tidak mampu dipikirkan manusia. Kejadian-kejadian yang luar biasa ini terjadi pada orang-orang yang telah dipilih oleh Allah, dan dikemukakan kepada manusia agar mereka percaya kepada Allah Maha Pencipta.</p><p>**Hubungan Surat Maryam Dengan Surat Thaha:**</p><p>1. Surat Maryam mengemukakan kisah beberapa nabi dan rasul; ada yang secara terperinci, ada yang secara ringkas, dan ada pula yang hanya disebut namanya saja, yaitu Nabi Adam. Sementara itu, surat Thaha mengemukakan pula kisah beberapa orang nabi dan rasul sebagaimana halnya surat Maryam. Dalam surat Maryam, kisah Musa disebut secara singkat, sedangkan dalam surat Thaha dikemukakan secara terperinci. Begitu pula kisah Adam yang hanya namanya saja yang disebut dalam surat Maryam, sedangkan dalam surat Thaha dikemukakan secara terperinci.</p><p>2. Menurut riwayat Ibnu Abbas, surat Thaha diturunkan kepada Nabi Muhammad setelah Allah menurunkan surat Maryam.</p><p>3. Akhir surat Maryam menerangkan bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang bertakwa dan peringatan bagi orang-orang yang ingkar, sedangkan awal surat Thaha menerangkan dan menguatkannya lagi.</p>

Verse by verse

Surah An-Nazi'at · Malaikat yang Mencabut

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا

    Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

  2. Ayah 2

    وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا

    dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

  3. Ayah 3

    وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا

    dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

  4. Ayah 4

    فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا

    dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

  5. Ayah 5

    فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا

    dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).

  6. Ayah 6

    يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ

    (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam,

  7. Ayah 7

    تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ

    tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

  8. Ayah 8

    قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ

    Hati manusia pada waktu itu sangat takut,

  9. Ayah 9

    أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ

    Pandangannya tunduk.

  10. Ayah 10

    يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ

    (Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?

  11. Ayah 11

    أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً

    Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?"

  12. Ayah 12

    قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ

    Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".

  13. Ayah 13

    فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ

    Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,

  14. Ayah 14

    فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ

    maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

  15. Ayah 15

    هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ

    Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

  16. Ayah 16

    إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

    Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;

  17. Ayah 17

    اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

    "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,

  18. Ayah 18

    فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰ أَن تَزَكَّىٰ

    dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".

  19. Ayah 19

    وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ

    Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"

  20. Ayah 20

    فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَىٰ

    Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

  21. Ayah 21

    فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ

    Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.

  22. Ayah 22

    ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ

    Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

  23. Ayah 23

    فَحَشَرَ فَنَادَىٰ

    Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.

  24. Ayah 24

    فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

    (Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi".

  25. Ayah 25

    فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ

    Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

  26. Ayah 26

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).

  27. Ayah 27

    أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا

    Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,

  28. Ayah 28

    رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا

    Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

  29. Ayah 29

    وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا

    dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

  30. Ayah 30

    وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا

    Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

  31. Ayah 31

    أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا

    Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

  32. Ayah 32

    وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا

    Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,

  33. Ayah 33

    مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ

    (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

  34. Ayah 34

    فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ

    Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

  35. Ayah 35

    يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَىٰ

    Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

  36. Ayah 36

    وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ

    dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

  37. Ayah 37

    فَأَمَّا مَن طَغَىٰ

    Adapun orang yang melampaui batas,

  38. Ayah 38

    وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

    dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

  39. Ayah 39

    فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

    maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

  40. Ayah 40

    وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

    Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

  41. Ayah 41

    فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

    maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

  42. Ayah 42

    يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا

    (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya?

  43. Ayah 43

    فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَاهَا

    Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?

  44. Ayah 44

    إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَاهَا

    Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).

  45. Ayah 45

    إِنَّمَا أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَاهَا

    Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit)

  46. Ayah 46

    كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

    Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.