Menu

Surah An-Naba

Berita Besar

Chapter 78 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah An-Naba

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 78 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat ini terdiri daris 110 ayat dan termasuk surat Makkiyyah. Dinamai "Al-Kahfi" yang berarti "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang berarti "Penghuni gua". Kedua nama ini diambil dari kata yang terdapat dalam surat ini pada ayat ke-9 sampai dengan ke-26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur di dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, dalam surat ini juga terdapat beberapa buah kisah, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Banyak hadits Rasulullah yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>1. **Keimanan:**</p><p> Kekuasaan Allah untuk memberikan hidup kepada manusia di luar hukum kebiasaan; dasar-dasar Tauhid dan keadilan Allah tidak akan berubah untuk selama-lamanya; kalimat-kalimat Allah (ilmu-Nya) sangat luas sekali meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak akan mampu menulisnya; kepastian datangnya hari kebangkitan; Al-Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekurangan dan kepalsuan.</p><p>2. **Hukum-hukum:**</p><p> Dasar hukum wakalah (perwakilan); larangan membangun tempat ibadah di atas kubur; hukum membaca "Insya Allah"; perbuatan salah yang dilakukan karena lupa dimaafkan; boleh merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.</p><p>3. **Kisah-kisah:**</p><p> kisah Ashabul Kahfi; kisah dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin, kisah Nabi Musa dengan Khidhir; kisah Zulkarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.</p><p>4. **Lain-lain:**</p><p> Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya; kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu); adab sopan-santun antara murid dengan guru; dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.</p><p>Surat Al-Kahfi dimulai dengan menerangkan sifat Al-Qur'an sebagai petunjuk dan peringatan bagi manusia, dan sebagai peringatan terhadap orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Semua yang ada di permukaan bumi merupakan perhiasan bagi bumi dan sengaja diciptakan Allah agar manusia memikirkan bagaimana cara mengambil manfaat dari semuanya itu.</p><p>Kekuasaan Allah dan betapa luasnya pengetahuan-Nya dikemukakan dalam surat ini dengan menyebutkan kisah Nabi Musa dengan Khidhir dan kisah Zulkarnain. Juga dengan mengibaratkan bahwa seandainya semua air yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu pula dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah, tentu tidak akan mencukupi. Kemudian diterangkan bahwa semua amal orang musyrik tidak diberi pahala di akhirat, sedangkan untuk orang mukmin disediakan Jannatun Na'im.</p><p>**Hubungan Surat Al-Kahfi Dengan Surat Maryam:**</p><p>1. Kedua surat ini sama-sama mengandung kisah yang ajaib, seperti surat Al-Kahfi mengemukakan kisah Ashhabul kahfi, kisah Musa dengan Khidhr, dan kisah Zulkarnain, sedangkan surat Maryam mengemukakan kisah kelahiran Yahya ketika bapaknya, Zakariya, sudah tua renta dan ibunya seorang perempuan tua yang mandul, dan kisah kelahiran 'Isa tanpa bapak.</p><p>2. Bagian akhir surat Al-Kahfi menerangkan tentang ancaman Allah terhadap orang kafir yang mengambil pelindung selain Allah, semua amal mereka sia-sia dan mereka dimasukkan ke dalam neraka, sedangkan pada bagian akhir surat Maryam diulangi lagi celaan dan ancaman Allah terhadap orang-orang yang mempersekutukan-Nya.</p>

Verse by verse

Surah An-Naba · Berita Besar

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ

    Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

  2. Ayah 2

    عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

    Tentang berita yang besar,

  3. Ayah 3

    الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

    yang mereka perselisihkan tentang ini.

  4. Ayah 4

    كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

    Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,

  5. Ayah 5

    ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

    kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

  6. Ayah 6

    أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

    Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

  7. Ayah 7

    وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

    dan gunung-gunung sebagai pasak?,

  8. Ayah 8

    وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

    dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

  9. Ayah 9

    وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

    dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

  10. Ayah 10

    وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

    dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

  11. Ayah 11

    وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

    dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

  12. Ayah 12

    وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

    dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

  13. Ayah 13

    وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

    dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

  14. Ayah 14

    وَأَنزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا

    dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

  15. Ayah 15

    لِّنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا

    supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

  16. Ayah 16

    وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا

    dan kebun-kebun yang lebat?

  17. Ayah 17

    إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا

    Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

  18. Ayah 18

    يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

    yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

  19. Ayah 19

    وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا

    dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

  20. Ayah 20

    وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا

    dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

  21. Ayah 21

    إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

    Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,

  22. Ayah 22

    لِّلطَّاغِينَ مَآبًا

    lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

  23. Ayah 23

    لَّابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا

    mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

  24. Ayah 24

    لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

    mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

  25. Ayah 25

    إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

    selain air yang mendidih dan nanah,

  26. Ayah 26

    جَزَاءً وِفَاقًا

    sebagai pambalasan yang setimpal.

  27. Ayah 27

    إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا

    Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,

  28. Ayah 28

    وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا

    dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.

  29. Ayah 29

    وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا

    Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.

  30. Ayah 30

    فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

    Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

  31. Ayah 31

    إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

    Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

  32. Ayah 32

    حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا

    (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

  33. Ayah 33

    وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

    dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

  34. Ayah 34

    وَكَأْسًا دِهَاقًا

    dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

  35. Ayah 35

    لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا

    Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

  36. Ayah 36

    جَزَاءً مِّن رَّبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا

    Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

  37. Ayah 37

    رَّبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَـٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا

    Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

  38. Ayah 38

    يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَـٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

    Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

  39. Ayah 39

    ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَن شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ مَآبًا

    Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

  40. Ayah 40

    إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا

    Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah".

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.