Menu

Surah Al-Ma'arij

Tempat yang Naik

Chapter 70 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Al-Ma'arij

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 70 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al-Kafirun terdiri dari 6 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat Al-Ma'un. Dinamai Al-Kafirun (orang-orang kafir) diambil dari kata "Al-Kafirun" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>Pernyataan bahwa Tuhan yang disembah Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya bukanlah apa yang disembah oleh orang-orang kafir, dan Nabi Muhammad tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.</p><p>Surat Al-Kafirun mengisyaratkan tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar Nabi Muhammad meninggalkan dakwahnya.</p><p>**Hubungan Surat Al-Kafirun Dengan Surat An-Nashr:**</p><p>Surat Al-Kafirun menerangkan bahwa Rasulullah tidak akan mengikuti agama orang-orang kafir, sedangkan dalam surat An-Nashr diterangkan bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad akan berkembang dan menang.</p>

Verse by verse

Surah Al-Ma'arij · Tempat yang Naik

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

    Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,

  2. Ayah 2

    لِّلْكَافِرِينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ

    orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,

  3. Ayah 3

    مِّنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ

    (yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.

  4. Ayah 4

    تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

    Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.

  5. Ayah 5

    فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

    Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

  6. Ayah 6

    إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا

    Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).

  7. Ayah 7

    وَنَرَاهُ قَرِيبًا

    Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).

  8. Ayah 8

    يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ

    Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,

  9. Ayah 9

    وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ

    dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),

  10. Ayah 10

    وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

    dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,

  11. Ayah 11

    يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ

    sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,

  12. Ayah 12

    وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ

    dan isterinya dan saudaranya,

  13. Ayah 13

    وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ

    dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).

  14. Ayah 14

    وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ

    Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.

  15. Ayah 15

    كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ

    Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,

  16. Ayah 16

    نَزَّاعَةً لِّلشَّوَىٰ

    yang mengelupas kulit kepala,

  17. Ayah 17

    تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ

    yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama),

  18. Ayah 18

    وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰ

    serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.

  19. Ayah 19

    إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

    Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

  20. Ayah 20

    إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

    Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

  21. Ayah 21

    وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

    dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,

  22. Ayah 22

    إِلَّا الْمُصَلِّينَ

    kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,

  23. Ayah 23

    الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

    yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,

  24. Ayah 24

    وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ

    dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

  25. Ayah 25

    لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

    bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

  26. Ayah 26

    وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

    dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

  27. Ayah 27

    وَالَّذِينَ هُم مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

    dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.

  28. Ayah 28

    إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ

    Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).

  29. Ayah 29

    وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

    Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

  30. Ayah 30

    إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

    kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

  31. Ayah 31

    فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

    Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

  32. Ayah 32

    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

    Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

  33. Ayah 33

    وَالَّذِينَ هُم بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

    Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

  34. Ayah 34

    وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

    Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

  35. Ayah 35

    أُولَـٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ

    Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

  36. Ayah 36

    فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ

    Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu,

  37. Ayah 37

    عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ

    dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.

  38. Ayah 38

    أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ

    Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan?,

  39. Ayah 39

    كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُم مِّمَّا يَعْلَمُونَ

    sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).

  40. Ayah 40

    فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ

    Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

  41. Ayah 41

    عَلَىٰ أَن نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

    Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

  42. Ayah 42

    فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ

    Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,

  43. Ayah 43

    يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ

    (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),

  44. Ayah 44

    خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

    dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.