Menu

Surah Al-Haqqah

Kenyataan (Hari Kiamat)

Chapter 69 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Al-Haqqah

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 69 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al-Kautsar terdiri dari 3 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat Al-'Aadiyat. Dinamai Al-Kautsar (sungai di surga yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad) diambil dari kata "Al-Kautsar" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.</p><p>Surat ini diturunkan sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>Allah telah menganugerahkan sungai "Al-Kautsar" di surga. Karena itu, shalatlah dan berkurbanlah. Nabi Muhammad akan mempunyai banyak pengikut sampai hari kiamat dan akan mempunyai nama yang baik di dunia dan di akhirat, tidak sebagaimana yang dituduhkan pembenci-pembencinya.</p><p>Surat ini menganjurkan agar orang selalu beribadah kepada Allah dan berkurban sebagai tanda bersyukur atas nikmat yang telah dilimpahkan-Nya.</p><p>**Hubungan Surat Al-Kautsar Dengan Surat Al-Kafirun:**</p><p>Dalam surat Al-Kautsar Allah memerintahkan agar menghambakan diri kepada Allah, sedangkan dalam surat Al-Kafirun perintah tersebut ditegaskan kembali.</p>

Verse by verse

Surah Al-Haqqah · Kenyataan (Hari Kiamat)

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ الْحَاقَّةُ

    Hari kiamat,

  2. Ayah 2

    مَا الْحَاقَّةُ

    apakah hari kiamat itu?

  3. Ayah 3

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ

    Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

  4. Ayah 4

    كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ

    Kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat.

  5. Ayah 5

    فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ

    Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.

  6. Ayah 6

    وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

    Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,

  7. Ayah 7

    سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

    yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

  8. Ayah 8

    فَهَلْ تَرَىٰ لَهُم مِّن بَاقِيَةٍ

    Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.

  9. Ayah 9

    وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَن قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ

    Dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.

  10. Ayah 10

    فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَّابِيَةً

    Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

  11. Ayah 11

    إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ

    Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera,

  12. Ayah 12

    لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ

    agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

  13. Ayah 13

    فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ

    Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup

  14. Ayah 14

    وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً

    dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

  15. Ayah 15

    فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

    Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

  16. Ayah 16

    وَانشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ

    dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

  17. Ayah 17

    وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

    Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

  18. Ayah 18

    يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنكُمْ خَافِيَةٌ

    Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

  19. Ayah 19

    فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ

    Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)".

  20. Ayah 20

    إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ

    Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

  21. Ayah 21

    فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ

    Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

  22. Ayah 22

    فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

    dalam surga yang tinggi,

  23. Ayah 23

    قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ

    buah-buahannya dekat,

  24. Ayah 24

    كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

    (kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu".

  25. Ayah 25

    وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

    Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

  26. Ayah 26

    وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ

    Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.

  27. Ayah 27

    يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

    Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

  28. Ayah 28

    مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ

    Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.

  29. Ayah 29

    هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

    Telah hilang kekuasaanku daripadaku".

  30. Ayah 30

    خُذُوهُ فَغُلُّوهُ

    (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.

  31. Ayah 31

    ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

    Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

  32. Ayah 32

    ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

    Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

  33. Ayah 33

    إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ

    Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.

  34. Ayah 34

    وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

    Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

  35. Ayah 35

    فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ

    Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.

  36. Ayah 36

    وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ

    Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

  37. Ayah 37

    لَّا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ

    Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

  38. Ayah 38

    فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

    Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.

  39. Ayah 39

    وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

    Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.

  40. Ayah 40

    إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

    Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

  41. Ayah 41

    وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تُؤْمِنُونَ

    dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

  42. Ayah 42

    وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

    Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.

  43. Ayah 43

    تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ

    Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.

  44. Ayah 44

    وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

    Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

  45. Ayah 45

    لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

    niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

  46. Ayah 46

    ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

    Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

  47. Ayah 47

    فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ

    Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

  48. Ayah 48

    وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ

    Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

  49. Ayah 49

    وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ

    Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).

  50. Ayah 50

    وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ

    Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

  51. Ayah 51

    وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ

    Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

  52. Ayah 52

    فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

    Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.