Menu

Surah Ar-Rahman

Yang Maha Pemurah

Chapter 55 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Ar-Rahman

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 55 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat ini terdiri dari 8 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat Adh-Dhuha. Nama Asy-Syarh diambil dari kata kerja "Nasyrah" yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti melapangkan.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad dan pernyataan Allah bahwa setelah kesukaran pasti ada kemudahan, karena itu Nabi diperintahkan agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya.</p><p>Surat Asy-Syarh ini merupakan penghibur hati bagi Nabi Muhammad.</p><p>**Hubungan Surat Asy-Syarh Dengan Surat At-Tin:**</p><p>Dalam surat Asy-Syarh, Allah menjelaskan perintah kepada Nabi Muhammad selaku manusia sempurna. Maka dalam surat At-Tin, diterangkan bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai kesanggupan baik lahir maupun batin. Kesanggupannya itu menjadi kenyataan jika mengikuti jejak Nabi Muhammad.</p>

Verse by verse

Surah Ar-Rahman · Yang Maha Pemurah

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ الرَّحْمَـٰنُ

    (Tuhan) Yang Maha Pemurah,

  2. Ayah 2

    عَلَّمَ الْقُرْآنَ

    Yang telah mengajarkan al Quran.

  3. Ayah 3

    خَلَقَ الْإِنسَانَ

    Dia menciptakan manusia.

  4. Ayah 4

    عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

    Mengajarnya pandai berbicara.

  5. Ayah 5

    الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

    Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

  6. Ayah 6

    وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

    Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

  7. Ayah 7

    وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ

    Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

  8. Ayah 8

    أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

    Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

  9. Ayah 9

    وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ

    Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

  10. Ayah 10

    وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ

    Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).

  11. Ayah 11

    فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ

    Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

  12. Ayah 12

    وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ

    Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

  13. Ayah 13

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  14. Ayah 14

    خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

    Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,

  15. Ayah 15

    وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

    dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

  16. Ayah 16

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  17. Ayah 17

    رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

    Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya

  18. Ayah 18

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  19. Ayah 19

    مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

    Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

  20. Ayah 20

    بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ

    antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

  21. Ayah 21

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  22. Ayah 22

    يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ

    Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

  23. Ayah 23

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  24. Ayah 24

    وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ

    Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.

  25. Ayah 25

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  26. Ayah 26

    كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

    Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

  27. Ayah 27

    وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

  28. Ayah 28

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  29. Ayah 29

    يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

    Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

  30. Ayah 30

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

  31. Ayah 31

    سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ

    Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.

  32. Ayah 32

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  33. Ayah 33

    يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

    Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

  34. Ayah 34

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  35. Ayah 35

    يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ

    Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).

  36. Ayah 36

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  37. Ayah 37

    فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ

    Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

  38. Ayah 38

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  39. Ayah 39

    فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْأَلُ عَن ذَنبِهِ إِنسٌ وَلَا جَانٌّ

    Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

  40. Ayah 40

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  41. Ayah 41

    يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ

    Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.

  42. Ayah 42

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  43. Ayah 43

    هَـٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ

    Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.

  44. Ayah 44

    يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ

    Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.

  45. Ayah 45

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  46. Ayah 46

    وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

    Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

  47. Ayah 47

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,

  48. Ayah 48

    ذَوَاتَا أَفْنَانٍ

    kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.

  49. Ayah 49

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  50. Ayah 50

    فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ

    Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir

  51. Ayah 51

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  52. Ayah 52

    فِيهِمَا مِن كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ

    Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.

  53. Ayah 53

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  54. Ayah 54

    مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

    Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

  55. Ayah 55

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  56. Ayah 56

    فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

    Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

  57. Ayah 57

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  58. Ayah 58

    كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ

    Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

  59. Ayah 59

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  60. Ayah 60

    هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

    Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

  61. Ayah 61

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  62. Ayah 62

    وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

    Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi

  63. Ayah 63

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  64. Ayah 64

    مُدْهَامَّتَانِ

    Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.

  65. Ayah 65

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  66. Ayah 66

    فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ

    Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.

  67. Ayah 67

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  68. Ayah 68

    فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ

    Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.

  69. Ayah 69

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  70. Ayah 70

    فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ

    Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

  71. Ayah 71

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  72. Ayah 72

    حُورٌ مَّقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

    (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.

  73. Ayah 73

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  74. Ayah 74

    لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

    Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

  75. Ayah 75

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  76. Ayah 76

    مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ

    Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

  77. Ayah 77

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  78. Ayah 78

    تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.