Menu

Surah An-Najm

Bintang

Chapter 53 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah An-Najm

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 53 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al-Lail terdiri dari 21 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat Al-A'la. Surat ini dinamai Al-Lail (malam) diambil dari kata "Al-Lail" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>Usaha manusia itu bermacam-macam dan balasannya pun berbeda-beda pula; orang yang suka berderma, bertakwa, dan membenarkan adanya pahala akan dimudahkan untuk melakukan kebaikan yang mengantarkan pada kebahagiaan di akhirat; harta benda tidak akan memberi manfaat di akhirat; orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala.</p><p>Surat Al-Lail menerangkan bahwa amalan-amalan yang dikerjakan dengan tulus ikhlas semata-mata mencari keridaan Allah itulah yang membawa kebahagiaan di akhirat kelak.</p><p>**Hubungan Surat Al-Lail Dengan Surat Adh-Dhuha:**</p><p>Pada surat Al-Lail diterangkan bahwa orang yang bertakwa akan dimudahkan mengerjakan perbuatan takwa sehingga memperoleh kebahagiaan, sedangkan pada surat Adh-Dhuha diterangkan bahwa keberuntungan di akhirat lebih baik daripada keberuntungan di dunia.</p>

Verse by verse

Surah An-Najm · Bintang

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ

    Demi bintang ketika terbenam.

  2. Ayah 2

    مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ

    kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.

  3. Ayah 3

    وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

    dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

  4. Ayah 4

    إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

    Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

  5. Ayah 5

    عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ

    yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.

  6. Ayah 6

    ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ

    yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.

  7. Ayah 7

    وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ

    sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

  8. Ayah 8

    ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ

    Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.

  9. Ayah 9

    فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ

    maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

  10. Ayah 10

    فَأَوْحَىٰ إِلَىٰ عَبْدِهِ مَا أَوْحَىٰ

    Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.

  11. Ayah 11

    مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

    Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

  12. Ayah 12

    أَفَتُمَارُونَهُ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ

    Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

  13. Ayah 13

    وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

    Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

  14. Ayah 14

    عِندَ سِدْرَةِ الْمُنتَهَىٰ

    (yaitu) di Sidratil Muntaha.

  15. Ayah 15

    عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ

    Di dekatnya ada surga tempat tinggal,

  16. Ayah 16

    إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

    (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

  17. Ayah 17

    مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

    Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

  18. Ayah 18

    لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ

    Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

  19. Ayah 19

    أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ

    Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,

  20. Ayah 20

    وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

    dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?

  21. Ayah 21

    أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنثَىٰ

    Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

  22. Ayah 22

    تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ

    Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

  23. Ayah 23

    إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنتُمْ وَآبَاؤُكُم مَّا أَنزَلَ اللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَانٍ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ الْهُدَىٰ

    Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.

  24. Ayah 24

    أَمْ لِلْإِنسَانِ مَا تَمَنَّىٰ

    Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

  25. Ayah 25

    فَلِلَّهِ الْآخِرَةُ وَالْأُولَىٰ

    (Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

  26. Ayah 26

    وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ

    Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).

  27. Ayah 27

    إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ لَيُسَمُّونَ الْمَلَائِكَةَ تَسْمِيَةَ الْأُنثَىٰ

    Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

  28. Ayah 28

    وَمَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ ۖ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا

    Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

  29. Ayah 29

    فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

    Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

  30. Ayah 30

    ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰ

    Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

  31. Ayah 31

    وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

    Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

  32. Ayah 32

    الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

    (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

  33. Ayah 33

    أَفَرَأَيْتَ الَّذِي تَوَلَّىٰ

    Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Quran)?

  34. Ayah 34

    وَأَعْطَىٰ قَلِيلًا وَأَكْدَىٰ

    serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi?

  35. Ayah 35

    أَعِندَهُ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرَىٰ

    Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?

  36. Ayah 36

    أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ

    Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?

  37. Ayah 37

    وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّىٰ

    dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?

  38. Ayah 38

    أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ

    (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

  39. Ayah 39

    وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

    dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

  40. Ayah 40

    وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

    dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

  41. Ayah 41

    ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ

    Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

  42. Ayah 42

    وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنتَهَىٰ

    dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),

  43. Ayah 43

    وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

    dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,

  44. Ayah 44

    وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا

    dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

  45. Ayah 45

    وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ

    dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.

  46. Ayah 46

    مِن نُّطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ

    dari air mani, apabila dipancarkan.

  47. Ayah 47

    وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰ

    Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),

  48. Ayah 48

    وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ

    dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,

  49. Ayah 49

    وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَىٰ

    dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra,

  50. Ayah 50

    وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَىٰ

    dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Aad yang pertama,

  51. Ayah 51

    وَثَمُودَ فَمَا أَبْقَىٰ

    dan kaum Tsamud. Maka tidak seorangpun yang ditinggalkan-Nya (hidup).

  52. Ayah 52

    وَقَوْمَ نُوحٍ مِّن قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ

    Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,

  53. Ayah 53

    وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ

    dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah.

  54. Ayah 54

    فَغَشَّاهَا مَا غَشَّىٰ

    lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.

  55. Ayah 55

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ

    Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?

  56. Ayah 56

    هَـٰذَا نَذِيرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ

    Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.

  57. Ayah 57

    أَزِفَتِ الْآزِفَةُ

    Telah dekat terjadinya hari kiamat.

  58. Ayah 58

    لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ

    Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.

  59. Ayah 59

    أَفَمِنْ هَـٰذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ

    Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?

  60. Ayah 60

    وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ

    Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?

  61. Ayah 61

    وَأَنتُمْ سَامِدُونَ

    Sedang kamu melengahkan(nya)?

  62. Ayah 62

    فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩

    Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.