Menu

Surah Ad-Dukhan

Kabut

Chapter 44 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Ad-Dukhan

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 44 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat ini terdiri dari 36 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-'Ankabut, dan merupakan surat terakhir yang diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Al-Muthaffifin yang dijadikan nama surat ini diambil dari kata "Al-Muthaffifin" yang terdapat pada ayat pertama.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>Ancaman Allah terhadap orang-orang yang mengurangi hak orang lain dalam timbangan, ukuran, dan takaran; catatan kejahatan manusia dicantumkan dalam sijjiin sedang catatan kebajikan manusia dicantumkan dan 'illiyyiin; balasan dan macam-macam kenikmatan bagi orang yang berbuat kebajikan; sikap dan pandangan orang kafir di dunia terhadap orang yang beriman; sikap orang yang beriman di akhirat terhadap orang kafir.</p><p>Surat Al-Muthaffifin berisi ancaman-ancaman terhadap orang-orang kafir dan orang-orang yang melakukan kecurangan, di samping itu memberikan janji yang baik kepada orang yang beriman dan melakukan kebajikan.</p><p>**Hubungan Surat Al-Muthaffifin Dengan Surat Al-Insyiqaq:**</p><p>1. Dalam surat Al-Muthaffifin, Allah menerangkan bahwa segala amal perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, tercatat dalam suatu buku yang terjaga, sedangkan dalam surat Al-Insyiqaq Allah menjelaskan bahwa buku-buku catatan ini akan diberikan kepada manusia pada hari kiamat dan cara pemberiannya.</p><p>2. Dalam kedua surat ini Allah menggambarkan ancaman bagi orang yang kafir dan ganjaran yang tidak terhingga bagi orang-orang yang beriman.</p>

Verse by verse

Surah Ad-Dukhan · Kabut

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ حم

    Haa miim.

  2. Ayah 2

    وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ

    Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan,

  3. Ayah 3

    إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

    sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

  4. Ayah 4

    فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

    Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,

  5. Ayah 5

    أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

    (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,

  6. Ayah 6

    رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

  7. Ayah 7

    رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ

    Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.

  8. Ayah 8

    لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

    Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.

  9. Ayah 9

    بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ

    Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.

  10. Ayah 10

    فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُّبِينٍ

    Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,

  11. Ayah 11

    يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَـٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

    yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.

  12. Ayah 12

    رَّبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

    (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman".

  13. Ayah 13

    أَنَّىٰ لَهُمُ الذِّكْرَىٰ وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُّبِينٌ

    Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan,

  14. Ayah 14

    ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَّجْنُونٌ

    kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila".

  15. Ayah 15

    إِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًا ۚ إِنَّكُمْ عَائِدُونَ

    Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).

  16. Ayah 16

    يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰ إِنَّا مُنتَقِمُونَ

    (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.

  17. Ayah 17

    وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ

    Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia,

  18. Ayah 18

    أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

    (dengan berkata): "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu,

  19. Ayah 19

    وَأَن لَّا تَعْلُوا عَلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي آتِيكُم بِسُلْطَانٍ مُّبِينٍ

    dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.

  20. Ayah 20

    وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَن تَرْجُمُونِ

    Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku,

  21. Ayah 21

    وَإِن لَّمْ تُؤْمِنُوا لِي فَاعْتَزِلُونِ

    dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)".

  22. Ayah 22

    فَدَعَا رَبَّهُ أَنَّ هَـٰؤُلَاءِ قَوْمٌ مُّجْرِمُونَ

    Kemudian Musa berdoa kepada Tuhannya: "Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)".

  23. Ayah 23

    فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلًا إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ

    (Allah berfirman): "Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar,

  24. Ayah 24

    وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا ۖ إِنَّهُمْ جُندٌ مُّغْرَقُونَ

    dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan".

  25. Ayah 25

    كَمْ تَرَكُوا مِن جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

    Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan,

  26. Ayah 26

    وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ

    dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah,

  27. Ayah 27

    وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ

    dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya,

  28. Ayah 28

    كَذَٰلِكَ ۖ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آخَرِينَ

    demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.

  29. Ayah 29

    فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنظَرِينَ

    Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh.

  30. Ayah 30

    وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ

    Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan,

  31. Ayah 31

    مِن فِرْعَوْنَ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَالِيًا مِّنَ الْمُسْرِفِينَ

    dari (azab) Fir'aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.

  32. Ayah 32

    وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَىٰ عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

    Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa.

  33. Ayah 33

    وَآتَيْنَاهُم مِّنَ الْآيَاتِ مَا فِيهِ بَلَاءٌ مُّبِينٌ

    Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata.

  34. Ayah 34

    إِنَّ هَـٰؤُلَاءِ لَيَقُولُونَ

    Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata,

  35. Ayah 35

    إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُنشَرِينَ

    "tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,

  36. Ayah 36

    فَأْتُوا بِآبَائِنَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

    maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar".

  37. Ayah 37

    أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ أَهْلَكْنَاهُمْ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

    Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.

  38. Ayah 38

    وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

    Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.

  39. Ayah 39

    مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

  40. Ayah 40

    إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ

    Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,

  41. Ayah 41

    يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَن مَّوْلًى شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

    yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,

  42. Ayah 42

    إِلَّا مَن رَّحِمَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  43. Ayah 43

    إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ

    Sesungguhnya pohon zaqqum itu,

  44. Ayah 44

    طَعَامُ الْأَثِيمِ

    makanan orang yang banyak berdosa.

  45. Ayah 45

    كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ

    (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,

  46. Ayah 46

    كَغَلْيِ الْحَمِيمِ

    seperti mendidihnya air yang amat panas.

  47. Ayah 47

    خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَىٰ سَوَاءِ الْجَحِيمِ

    Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka.

  48. Ayah 48

    ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ

    Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas.

  49. Ayah 49

    ذُقْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ

    Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.

  50. Ayah 50

    إِنَّ هَـٰذَا مَا كُنتُم بِهِ تَمْتَرُونَ

    Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya.

  51. Ayah 51

    إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ

    Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,

  52. Ayah 52

    فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

    (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;

  53. Ayah 53

    يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَقَابِلِينَ

    mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,

  54. Ayah 54

    كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ

    demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.

  55. Ayah 55

    يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ

    Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran),

  56. Ayah 56

    لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

    mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,

  57. Ayah 57

    فَضْلًا مِّن رَّبِّكَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

    sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.

  58. Ayah 58

    فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

    Sesungguhnya Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.

  59. Ayah 59

    فَارْتَقِبْ إِنَّهُم مُّرْتَقِبُونَ

    Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.