Menu

Surah As-Saffat

Barisan-barisan

Chapter 37 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah As-Saffat

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 37 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat Al Insan terdiri dari 31 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, dan diturunkan sesudah surat Ar-Rahman. Dinamai "Al-Insan" (manusia) diambil dari kata "Al-Insan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>Penciptaan manusia; petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus; memenuhi nazar; memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah; takut kepada hari kiamat; mengerjakan shalat dan shalat tahajjud serta bersabar dalam menjalankan hukum Allah; ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.</p><p>Surat Al-Insan menerangkan bahwa setelah manusia diciptakan, manusia diberi petunjuk untuk mencari kehidupan yang sempurna; ada yang mengikuti dan ada yang tidak. Maka, ada ganjaran bagi mereka yang mengikuti dan ada ancaman bagi mereka yang tidak mengikuti.</p><p>**Hubungan Surat Al-Insan Dengan Surat Al-Mursalat:**</p><p>1. Surat Al-Insan menerangkan tentang ancaman Allah terhadap orang-orang yang durhaka, sedangkan pada surat Al-Mursalat Allah bersumpah bahwa semua ancamannya itu pasti terjadi.</p><p>2. Surat Al-Insan menerangkan tentang kejadian manusia secara umum, sedangkan surat Al-Mursalat menerangkan kejadian itu secara terperinci.</p>

Verse by verse

Surah As-Saffat · Barisan-barisan

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ وَالصَّافَّاتِ صَفًّا

    Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya],

  2. Ayah 2

    فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا

    dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),

  3. Ayah 3

    فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا

    dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,

  4. Ayah 4

    إِنَّ إِلَـٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ

    Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.

  5. Ayah 5

    رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ

    Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.

  6. Ayah 6

    إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ

    Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,

  7. Ayah 7

    وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ

    dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,

  8. Ayah 8

    لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ

    syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.

  9. Ayah 9

    دُحُورًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ

    Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,

  10. Ayah 10

    إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

    akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.

  11. Ayah 11

    فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَا ۚ إِنَّا خَلَقْنَاهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍ

    Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.

  12. Ayah 12

    بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ

    Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.

  13. Ayah 13

    وَإِذَا ذُكِّرُوا لَا يَذْكُرُونَ

    Dan apabila mereka diberi pelajaran mereka tiada mengingatnya.

  14. Ayah 14

    وَإِذَا رَأَوْا آيَةً يَسْتَسْخِرُونَ

    Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.

  15. Ayah 15

    وَقَالُوا إِنْ هَـٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

    Dan mereka berkata "Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.

  16. Ayah 16

    أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

    Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?

  17. Ayah 17

    أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ

    Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)"?

  18. Ayah 18

    قُلْ نَعَمْ وَأَنتُمْ دَاخِرُونَ

    Katakanlah: "Ya, dan kamu akan terhina"

  19. Ayah 19

    فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنظُرُونَ

    Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka meIihatnya.

  20. Ayah 20

    وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَـٰذَا يَوْمُ الدِّينِ

    Dan mereka berkata: "Aduhai celakalah kita!" Inilah hari pembalasan.

  21. Ayah 21

    هَـٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ

    Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.

  22. Ayah 22

    احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ

    (kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,

  23. Ayah 23

    مِن دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ

    selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.

  24. Ayah 24

    وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ

    Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya:

  25. Ayah 25

    مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ

    "Kenapa kamu tidak tolong menolong?"

  26. Ayah 26

    بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ

    Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.

  27. Ayah 27

    وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ

    Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan.

  28. Ayah 28

    قَالُوا إِنَّكُمْ كُنتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ

    Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan.

  29. Ayah 29

    قَالُوا بَل لَّمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

    Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah yang tidak beriman".

  30. Ayah 30

    وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ ۖ بَلْ كُنتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ

    Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.

  31. Ayah 31

    فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا ۖ إِنَّا لَذَائِقُونَ

    Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).

  32. Ayah 32

    فَأَغْوَيْنَاكُمْ إِنَّا كُنَّا غَاوِينَ

    Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.

  33. Ayah 33

    فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ

    Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.

  34. Ayah 34

    إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ

    Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.

  35. Ayah 35

    إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ

    Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,

  36. Ayah 36

    وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

    dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"

  37. Ayah 37

    بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ

    Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).

  38. Ayah 38

    إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الْأَلِيمِ

    Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.

  39. Ayah 39

    وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,

  40. Ayah 40

    إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

    tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

  41. Ayah 41

    أُولَـٰئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُومٌ

    Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu,

  42. Ayah 42

    فَوَاكِهُ ۖ وَهُم مُّكْرَمُونَ

    yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,

  43. Ayah 43

    فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

    di dalam surga-surga yang penuh nikmat.

  44. Ayah 44

    عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ

    di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.

  45. Ayah 45

    يُطَافُ عَلَيْهِم بِكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ

    Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.

  46. Ayah 46

    بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ

    (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

  47. Ayah 47

    لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنزَفُونَ

    Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.

  48. Ayah 48

    وَعِندَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ

    Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,

  49. Ayah 49

    كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ

    seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

  50. Ayah 50

    فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ

    Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

  51. Ayah 51

    قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ

    Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,

  52. Ayah 52

    يَقُولُ أَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِينَ

    yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

  53. Ayah 53

    أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَدِينُونَ

    Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"

  54. Ayah 54

    قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ

    Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

  55. Ayah 55

    فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ

    Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.

  56. Ayah 56

    قَالَ تَاللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ

    Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,

  57. Ayah 57

    وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ

    jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).

  58. Ayah 58

    أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ

    Maka apakah kita tidak akan mati?,

  59. Ayah 59

    إِلَّا مَوْتَتَنَا الْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

    melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?

  60. Ayah 60

    إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

    Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.

  61. Ayah 61

    لِمِثْلِ هَـٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ

    Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja"

  62. Ayah 62

    أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ

    (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.

  63. Ayah 63

    إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِّلظَّالِمِينَ

    Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.

  64. Ayah 64

    إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ

    Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.

  65. Ayah 65

    طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

    mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.

  66. Ayah 66

    فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ

    Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.

  67. Ayah 67

    ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ

    Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.

  68. Ayah 68

    ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى الْجَحِيمِ

    Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.

  69. Ayah 69

    إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ

    Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam Keadaaan sesat.

  70. Ayah 70

    فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ

    Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.

  71. Ayah 71

    وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ

    Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

  72. Ayah 72

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ

    dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka.

  73. Ayah 73

    فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنذَرِينَ

    Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.

  74. Ayah 74

    إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

    Tetapi hamba-hamba Allah yang bersihkan (dari dosa tidak akan diazab).

  75. Ayah 75

    وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ

    Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).

  76. Ayah 76

    وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

    Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar.

  77. Ayah 77

    وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ

    Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

  78. Ayah 78

    وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

    Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

  79. Ayah 79

    سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ

    "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam".

  80. Ayah 80

    إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

    Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

  81. Ayah 81

    إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.

  82. Ayah 82

    ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

    Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.

  83. Ayah 83

    وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ

    Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).

  84. Ayah 84

    إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

    (lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci:

  85. Ayah 85

    إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ

    (Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu?

  86. Ayah 86

    أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ

    Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?

  87. Ayah 87

    فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

    Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"

  88. Ayah 88

    فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ

    Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.

  89. Ayah 89

    فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ

    Kemudian ia berkata: "Sesungguhnya aku sakit".

  90. Ayah 90

    فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ

    Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.

  91. Ayah 91

    فَرَاغَ إِلَىٰ آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

    Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: "Apakah kamu tidak makan?

  92. Ayah 92

    مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ

    Kenapa kamu tidak menjawab?"

  93. Ayah 93

    فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ

    Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).

  94. Ayah 94

    فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ

    Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.

  95. Ayah 95

    قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ

    Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?

  96. Ayah 96

    وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

    Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".

  97. Ayah 97

    قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ

    Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".

  98. Ayah 98

    فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ

    Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.

  99. Ayah 99

    وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهْدِينِ

    Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

  100. Ayah 100

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

  101. Ayah 101

    فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

    Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

  102. Ayah 102

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

    Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

  103. Ayah 103

    فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

    Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

  104. Ayah 104

    وَنَادَيْنَاهُ أَن يَا إِبْرَاهِيمُ

    Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,

  105. Ayah 105

    قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

    sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

  106. Ayah 106

    إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ

    Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

  107. Ayah 107

    وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

    Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

  108. Ayah 108

    وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

    Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

  109. Ayah 109

    سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

    (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

  110. Ayah 110

    كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

    Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

  111. Ayah 111

    إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

  112. Ayah 112

    وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِّنَ الصَّالِحِينَ

    Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

  113. Ayah 113

    وَبَارَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰ إِسْحَاقَ ۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ مُبِينٌ

    Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang Zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

  114. Ayah 114

    وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

    Dan sesungguhnya Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun.

  115. Ayah 115

    وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

    Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.

  116. Ayah 116

    وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ

    Dan Kami tolong mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang menang.

  117. Ayah 117

    وَآتَيْنَاهُمَا الْكِتَابَ الْمُسْتَبِينَ

    Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas.

  118. Ayah 118

    وَهَدَيْنَاهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

    Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus.

  119. Ayah 119

    وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِي الْآخِرِينَ

    Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian;

  120. Ayah 120

    سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

    (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun".

  121. Ayah 121

    إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

    Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

  122. Ayah 122

    إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

  123. Ayah 123

    وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

    Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.

  124. Ayah 124

    إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَلَا تَتَّقُونَ

    (ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa?

  125. Ayah 125

    أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ

    Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,

  126. Ayah 126

    اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

    (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"

  127. Ayah 127

    فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ

    Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),

  128. Ayah 128

    إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

    kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

  129. Ayah 129

    وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

    Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

  130. Ayah 130

    سَلَامٌ عَلَىٰ إِلْ يَاسِينَ

    (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?"

  131. Ayah 131

    إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

    Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

  132. Ayah 132

    إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

  133. Ayah 133

    وَإِنَّ لُوطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِينَ

    Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul.

  134. Ayah 134

    إِذْ نَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ

    (Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua,

  135. Ayah 135

    إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ

    kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.

  136. Ayah 136

    ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ

    Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.

  137. Ayah 137

    وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ

    Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi,

  138. Ayah 138

    وَبِاللَّيْلِ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

  139. Ayah 139

    وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

    Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

  140. Ayah 140

    إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

    (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,

  141. Ayah 141

    فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ

    kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

  142. Ayah 142

    فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

    Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

  143. Ayah 143

    فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

    Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

  144. Ayah 144

    لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

    niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

  145. Ayah 145

    فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

    Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

  146. Ayah 146

    وَأَنبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ

    Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

  147. Ayah 147

    وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ

    Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

  148. Ayah 148

    فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

    Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

  149. Ayah 149

    فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ

    Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah): "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki,

  150. Ayah 150

    أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ

    atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?

  151. Ayah 151

    أَلَا إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ

    Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan:

  152. Ayah 152

    وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

    "Allah beranak". Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.

  153. Ayah 153

    أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ

    Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?

  154. Ayah 154

    مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

    Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?

  155. Ayah 155

    أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

    Maka apakah kamu tidak memikirkan?

  156. Ayah 156

    أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُّبِينٌ

    Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?

  157. Ayah 157

    فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

    Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.

  158. Ayah 158

    وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ

    Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),

  159. Ayah 159

    سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

    Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

  160. Ayah 160

    إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

    Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari (dosa).

  161. Ayah 161

    فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ

    Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,

  162. Ayah 162

    مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ

    Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,

  163. Ayah 163

    إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ

    kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.

  164. Ayah 164

    وَمَا مِنَّا إِلَّا لَهُ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ

    Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,

  165. Ayah 165

    وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ

    dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).

  166. Ayah 166

    وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ

    Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).

  167. Ayah 167

    وَإِن كَانُوا لَيَقُولُونَ

    Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata:

  168. Ayah 168

    لَوْ أَنَّ عِندَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْأَوَّلِينَ

    "Kalau sekiranya di sksi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,

  169. Ayah 169

    لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

    benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)".

  170. Ayah 170

    فَكَفَرُوا بِهِ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

    Tetapi mereka mengingkarinya (Al Quran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

  171. Ayah 171

    وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ

    Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

  172. Ayah 172

    إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنصُورُونَ

    (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.

  173. Ayah 173

    وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ

    Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang,

  174. Ayah 174

    فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ

    Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika.

  175. Ayah 175

    وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ

    Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

  176. Ayah 176

    أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ

    Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?

  177. Ayah 177

    فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنذَرِينَ

    Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

  178. Ayah 178

    وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ

    Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.

  179. Ayah 179

    وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ

    Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.

  180. Ayah 180

    سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ

    Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.

  181. Ayah 181

    وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ

    Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.

  182. Ayah 182

    وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.