Menu

Surah Ash-Shu'ara

Penyair

Chapter 26 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Ash-Shu'ara

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 26 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat ini terdiri dari 12 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, dan diturunkan setelah surat Al-Insan.</p><p>Dinamai surat Ath-Thalaq karena kebanyakan ayat-ayatnya menyinggung masalah talak dan hal-hal yang terkait dengan itu.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>Dalam surat ini diterangkan hukum-hukum talak, iddah, dan kewajiban masing-masing suami dan istri dalam masa talak dan iddah, agar tidak ada pihak yang dirugikan dan keadilan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kemudian disebutkan perintah kepada orang-orang mukmin agar bertakwa kepada Allah yang telah mengutus seorang Rasul yang memberikan petunjuk kepada mereka. Maka siapa yang beriman akan dimasukkan ke surga dan kepada yang ingkar diberikan peringatan sebagaimana nasib orang-orang ingkar terdahulu.</p><p>Surat Ath-Thalaq berisi hukum-hukum talak dan hal-hal yang berkaitan dengannya, dan merupakan kelengkapan dari hukum talak yang tersebut dalam surat Al-Baqarah ayat 222 sampai 242.</p><p>**Hubungan Surat Ath-Thalaq Dengan Surat At-Tahrim:**</p><p>1. Di dalam surat Ath-Thalaq disebutkan bagaimana seharusnya bergaul dan bertindak terhadap istri, sedangkan dalam surat At-Tahrim diterangkan beberapa hal yang terjadi antara Nabi Muhammad dengan para istri beliau dan bagaimana tindakan Nabi menghadapi hal itu, agar menjadi pelajaran bagi umatnya dalam interaksi antarkeluarga.</p><p>2. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan seruan Allah kepada Nabi Muhammad tentang hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan rumah tangga.</p>

Verse by verse

Surah Ash-Shu'ara · Penyair

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ طسم

    Thaa Siim Miim

  2. Ayah 2

    تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ

    Inilah ayat-ayat Al Quran yang menerangkan.

  3. Ayah 3

    لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

    Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.

  4. Ayah 4

    إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ

    Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.

  5. Ayah 5

    وَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّنَ الرَّحْمَـٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ

    Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

  6. Ayah 6

    فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

    Sungguh mereka telah mendustakan (Al Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

  7. Ayah 7

    أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

    Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?

  8. Ayah 8

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.

  9. Ayah 9

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  10. Ayah 10

    وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

    Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): "Datangilah kaum yang zalim itu,

  11. Ayah 11

    قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ

    (yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"

  12. Ayah 12

    قَالَ رَبِّ إِنِّي أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ

    Berkata Musa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.

  13. Ayah 13

    وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ

    Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun.

  14. Ayah 14

    وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنبٌ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ

    Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku".

  15. Ayah 15

    قَالَ كَلَّا ۖ فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا ۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ

    Allah berfirman: "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan),

  16. Ayah 16

    فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَا إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakanlah olehmu: "Sesungguhnya Kami adalah Rasul Tuhan semesta alam,

  17. Ayah 17

    أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

    lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami".

  18. Ayah 18

    قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ

    Fir'aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.

  19. Ayah 19

    وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

    dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.

  20. Ayah 20

    قَالَ فَعَلْتُهَا إِذًا وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ

    Berkata Musa: "Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.

  21. Ayah 21

    فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكْمًا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُرْسَلِينَ

    Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.

  22. Ayah 22

    وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ

    Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil".

  23. Ayah 23

    قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ

    Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"

  24. Ayah 24

    قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ

    Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".

  25. Ayah 25

    قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ

    Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?"

  26. Ayah 26

    قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

    Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".

  27. Ayah 27

    قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ

    Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".

  28. Ayah 28

    قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

    Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".

  29. Ayah 29

    قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَـٰهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ

    Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".

  30. Ayah 30

    قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِينٍ

    Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"

  31. Ayah 31

    قَالَ فَأْتِ بِهِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

    Fir'aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".

  32. Ayah 32

    فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ

    Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.

  33. Ayah 33

    وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

    Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.

  34. Ayah 34

    قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ إِنَّ هَـٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

    Fir'aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,

  35. Ayah 35

    يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

    ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?"

  36. Ayah 36

    قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

    Mereka menjawab: "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),

  37. Ayah 37

    يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ

    niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".

  38. Ayah 38

    فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ

    Lalu dikumpulkan ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang maklum,

  39. Ayah 39

    وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ

    dan dikatakan kepada orang banyak: "Berkumpullah kamu sekalian.

  40. Ayah 40

    لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِن كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ

    semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang"

  41. Ayah 41

    فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ

    Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"

  42. Ayah 42

    قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَّمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

    Fir'aun menjawab: "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".

  43. Ayah 43

    قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنتُم مُّلْقُونَ

    Berkatalah Musa kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".

  44. Ayah 44

    فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ

    Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: "Demi kekuasaan Fir'aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang".

  45. Ayah 45

    فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

    Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.

  46. Ayah 46

    فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ

    Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),

  47. Ayah 47

    قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

    mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

  48. Ayah 48

    رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

    (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".

  49. Ayah 49

    قَالَ آمَنتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

    Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya".

  50. Ayah 50

    قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ

    Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,

  51. Ayah 51

    إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَن كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ

    sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".

  52. Ayah 52

    وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ

    Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli".

  53. Ayah 53

    فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

    Kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.

  54. Ayah 54

    إِنَّ هَـٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ

    (Fir'aun berkata): "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil,

  55. Ayah 55

    وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ

    dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,

  56. Ayah 56

    وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ

    dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga".

  57. Ayah 57

    فَأَخْرَجْنَاهُم مِّن جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

    Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,

  58. Ayah 58

    وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ

    dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia,

  59. Ayah 59

    كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

    demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.

  60. Ayah 60

    فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ

    Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.

  61. Ayah 61

    فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

    Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".

  62. Ayah 62

    قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

    Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".

  63. Ayah 63

    فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

    Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

  64. Ayah 64

    وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ

    Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.

  65. Ayah 65

    وَأَنجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُ أَجْمَعِينَ

    Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.

  66. Ayah 66

    ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

    Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.

  67. Ayah 67

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

  68. Ayah 68

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  69. Ayah 69

    وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ

    Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.

  70. Ayah 70

    إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ

    Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?"

  71. Ayah 71

    قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ

    Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".

  72. Ayah 72

    قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ

    Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,

  73. Ayah 73

    أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ

    atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?"

  74. Ayah 74

    قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

    Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".

  75. Ayah 75

    قَالَ أَفَرَأَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ

    Ibrahim berkata: "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,

  76. Ayah 76

    أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ

    kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,

  77. Ayah 77

    فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,

  78. Ayah 78

    الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ

    (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,

  79. Ayah 79

    وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ

    dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,

  80. Ayah 80

    وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

    dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,

  81. Ayah 81

    وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ

    dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

  82. Ayah 82

    وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

    dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".

  83. Ayah 83

    رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

    (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

  84. Ayah 84

    وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

    dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,

  85. Ayah 85

    وَاجْعَلْنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

    dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,

  86. Ayah 86

    وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ

    dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

  87. Ayah 87

    وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ

    dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

  88. Ayah 88

    يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

    (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

  89. Ayah 89

    إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

    kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

  90. Ayah 90

    وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ

    dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,

  91. Ayah 91

    وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

    dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",

  92. Ayah 92

    وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ

    dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)

  93. Ayah 93

    مِن دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ

    selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"

  94. Ayah 94

    فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ

    Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,

  95. Ayah 95

    وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ

    dan bala tentara iblis semuanya.

  96. Ayah 96

    قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ

    Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:

  97. Ayah 97

    تَاللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

    "demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,

  98. Ayah 98

    إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

    karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".

  99. Ayah 99

    وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ

    Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.

  100. Ayah 100

    فَمَا لَنَا مِن شَافِعِينَ

    Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa'at seorangpun,

  101. Ayah 101

    وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ

    dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,

  102. Ayah 102

    فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

    maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman".

  103. Ayah 103

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

  104. Ayah 104

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  105. Ayah 105

    كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

    Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.

  106. Ayah 106

    إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

    Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?

  107. Ayah 107

    إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

    Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

  108. Ayah 108

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

  109. Ayah 109

    وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

  110. Ayah 110

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".

  111. Ayah 111

    قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ

    Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?".

  112. Ayah 112

    قَالَ وَمَا عِلْمِي بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

    Nuh menjawab: "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?

  113. Ayah 113

    إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّي ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ

    Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari.

  114. Ayah 114

    وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِينَ

    Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.

  115. Ayah 115

    إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

    Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".

  116. Ayah 116

    قَالُوا لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَا نُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ

    Mereka berkata: "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam".

  117. Ayah 117

    قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِ

    Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;

  118. Ayah 118

    فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

    maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".

  119. Ayah 119

    فَأَنجَيْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

    Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.

  120. Ayah 120

    ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ

    Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.

  121. Ayah 121

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

  122. Ayah 122

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  123. Ayah 123

    كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ

    Kaum 'Aad telah mendustakan para rasul.

  124. Ayah 124

    إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ

    Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?

  125. Ayah 125

    إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

    Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

  126. Ayah 126

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

  127. Ayah 127

    وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

  128. Ayah 128

    أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ

    Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main,

  129. Ayah 129

    وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ

    dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?

  130. Ayah 130

    وَإِذَا بَطَشْتُم بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ

    Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.

  131. Ayah 131

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

  132. Ayah 132

    وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُم بِمَا تَعْلَمُونَ

    Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.

  133. Ayah 133

    أَمَدَّكُم بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ

    Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,

  134. Ayah 134

    وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

    dan kebun-kebun dan mata air,

  135. Ayah 135

    إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

    sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".

  136. Ayah 136

    قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ الْوَاعِظِينَ

    Mereka menjawab: "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat,

  137. Ayah 137

    إِنْ هَـٰذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ

    (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.

  138. Ayah 138

    وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

    dan kami sekali-kali tidak akan di "azab".

  139. Ayah 139

    فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

  140. Ayah 140

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  141. Ayah 141

    كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ

    Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul.

  142. Ayah 142

    إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

    Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?

  143. Ayah 143

    إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

    Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

  144. Ayah 144

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

  145. Ayah 145

    وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

  146. Ayah 146

    أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ

    Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman,

  147. Ayah 147

    فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

    di dalam kebun-kebun serta mata air,

  148. Ayah 148

    وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ

    dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut.

  149. Ayah 149

    وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ

    Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin;

  150. Ayah 150

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;

  151. Ayah 151

    وَلَا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ

    dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas,

  152. Ayah 152

    الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

    yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".

  153. Ayah 153

    قَالُوا إِنَّمَا أَنتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ

    Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;

  154. Ayah 154

    مَا أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

    Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar".

  155. Ayah 155

    قَالَ هَـٰذِهِ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ

    Shaleh menjawab: "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu.

  156. Ayah 156

    وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ

    Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".

  157. Ayah 157

    فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا نَادِمِينَ

    Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,

  158. Ayah 158

    فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

  159. Ayah 159

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  160. Ayah 160

    كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ

    Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,

  161. Ayah 161

    إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ

    ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?"

  162. Ayah 162

    إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

    Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

  163. Ayah 163

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

  164. Ayah 164

    وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.

  165. Ayah 165

    أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ

    Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,

  166. Ayah 166

    وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

    dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".

  167. Ayah 167

    قَالُوا لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ

    Mereka menjawab: "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir"

  168. Ayah 168

    قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ الْقَالِينَ

    Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".

  169. Ayah 169

    رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

    (Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan".

  170. Ayah 170

    فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ

    Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,

  171. Ayah 171

    إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ

    kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.

  172. Ayah 172

    ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ

    Kemudian Kami binasakan yang lain.

  173. Ayah 173

    وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنذَرِينَ

    Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.

  174. Ayah 174

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

  175. Ayah 175

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  176. Ayah 176

    كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ

    Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul;

  177. Ayah 177

    إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ

    ketika Syu'aib berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?,

  178. Ayah 178

    إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

    Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.

  179. Ayah 179

    فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

    maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;

  180. Ayah 180

    وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

  181. Ayah 181

    أَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُخْسِرِينَ

    Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;

  182. Ayah 182

    وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ

    dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.

  183. Ayah 183

    وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

    Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

  184. Ayah 184

    وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ

    dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".

  185. Ayah 185

    قَالُوا إِنَّمَا أَنتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ

    Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,

  186. Ayah 186

    وَمَا أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

    dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.

  187. Ayah 187

    فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ السَّمَاءِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

    Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.

  188. Ayah 188

    قَالَ رَبِّي أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

    Syu'aib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan".

  189. Ayah 189

    فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

    Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.

  190. Ayah 190

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

  191. Ayah 191

    وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

    Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  192. Ayah 192

    وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,

  193. Ayah 193

    نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ

    dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),

  194. Ayah 194

    عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ

    ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,

  195. Ayah 195

    بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ

    dengan bahasa Arab yang jelas.

  196. Ayah 196

    وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ

    Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.

  197. Ayah 197

    أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ آيَةً أَن يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ

    Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

  198. Ayah 198

    وَلَوْ نَزَّلْنَاهُ عَلَىٰ بَعْضِ الْأَعْجَمِينَ

    Dan kalau Al Quran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,

  199. Ayah 199

    فَقَرَأَهُ عَلَيْهِم مَّا كَانُوا بِهِ مُؤْمِنِينَ

    lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.

  200. Ayah 200

    كَذَٰلِكَ سَلَكْنَاهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ

    Demikianlah Kami masukkan Al Quran ke dalam hati orang-orang yang durhaka.

  201. Ayah 201

    لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ

    Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,

  202. Ayah 202

    فَيَأْتِيَهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya,

  203. Ayah 203

    فَيَقُولُوا هَلْ نَحْنُ مُنظَرُونَ

    lalu mereka berkata: "Apakah kami dapat diberi tangguh?"

  204. Ayah 204

    أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ

    Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami?

  205. Ayah 205

    أَفَرَأَيْتَ إِن مَّتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ

    Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun,

  206. Ayah 206

    ثُمَّ جَاءَهُم مَّا كَانُوا يُوعَدُونَ

    Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,

  207. Ayah 207

    مَا أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا يُمَتَّعُونَ

    niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.

  208. Ayah 208

    وَمَا أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ

    Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;

  209. Ayah 209

    ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَ

    untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.

  210. Ayah 210

    وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ

    Dan Al Quran itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan.

  211. Ayah 211

    وَمَا يَنبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ

    Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Quran itu, dan merekapun tidak akan kuasa.

  212. Ayah 212

    إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ

    Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Quran itu.

  213. Ayah 213

    فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَـٰهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ

    Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.

  214. Ayah 214

    وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

    Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,

  215. Ayah 215

    وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

    dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.

  216. Ayah 216

    فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ

    Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";

  217. Ayah 217

    وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

    Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

  218. Ayah 218

    الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ

    Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),

  219. Ayah 219

    وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

    dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

  220. Ayah 220

    إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

  221. Ayah 221

    هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ

    Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?

  222. Ayah 222

    تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ

    Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,

  223. Ayah 223

    يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ

    mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.

  224. Ayah 224

    وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ

    Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.

  225. Ayah 225

    أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ

    Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,

  226. Ayah 226

    وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ

    dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?

  227. Ayah 227

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانتَصَرُوا مِن بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

    kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.