Menu

Surah Al-Hijr

Bukit

Chapter 15 of 114

Bacaan Al-Qur'an yang Indah

Surah Al-Hijr

Recited by Salaah Bukhaatir

Overview

About this Surah

At a glance

Surah 15 of 114

Translation
Indonesian
Recitation
Salaah Bukhaatir

Ask the AI about this Surah

Commentary

Tafsir

<p>Surat ini terdiri dari 99 ayat dan termasuk surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah. Al-Hijr adalah nama sebuah pegunungan yang pada zaman dahulu didiami kaum Tsamud, terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).</p><p>Nama surat ini diambil dari nama pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya, kaum Tsamud, diceritakan pada ayat ke-80 sampai ke-84. Mereka telah dimusnahkan Allah karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dalam surat ini juga terdapat kisah-kisah kaum lain yang telah dibinasakan oleh Allah, seperti: kaum Luth dan kaum Syu'aib. Kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.</p><p>**Pokok-Pokok Isi:**</p><p>1. **Keimanan:**</p><p> Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah; Allah menjamin kemurnian Al-Qur'an sepanjang masa; setan tidak mampu naik ke alam malaikat karena ia senantiasa dijaga dari setan; kadar rezeki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan Allah; Allah memelihara hamba-Nya yang telah mendapat taufiq dari godaan setan; Allah bersifat pengampun dan penyayang tetapi juga mengazab orang-orang yang ingkar; manusia dikumpulkan pada hari kiamat.</p><p>2. **Hukum-hukum:**</p><p> Larangan melakukan homoseksual; kewajiban melakukan ibadah selama hidup; larangan menginginkan harta orang kafir; perintah kepada Nabi Muhammad agar melakukan dakwah agama secara terang-terangan; larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.</p><p>3. **Kisah-kisah:**</p><p> Kisah Nabi Ibrahim dengan kaumnya; Nabi Luth dengan kaumnya; kaum Syu'aib dan kaum Shaleh (Tsamud).</p><p>4. **Lain-lain:**</p><p> Kejadian-kejadian semesta alam ini menunjukkan akan kebesaran Allah; kejadian alam beserta isinya mengandung hikmah; angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan; asal muasal kejadian Nabi Adam.</p><p>Dalam surat Al-Hijr ini terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bukti-bukti keberadaan Allah serta kekuasaan-Nya, baik yang ada di langit dan di bumi maupun yang ada pada kejadian manusia dan kehidupan mereka. Di dalamnya juga disebutkan kisah beberapa nabi dan macam-macam azab yang ditimpakan kepada kaum yang mendustakan para rasul Allah. Selain itu, disinggung pula tentang anugerah yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad, As-Sab'ul Matsaani atau surat Al-Faatihah dan Al-Qur'anul Karim.</p><p>**Hubungan Surat Al-Hijr Dengan Surat An-Nahl:**</p><p>1. Kedua surat ini berisi tentang ketauhidan, kerasulan, dan hari kiamat, sebagaimana umumnya surat-surat yang diturunkan di Mekah sebelum hijrah.</p><p>2. Pada akhir surat Al-Hijr (ayat ke-92 dan 93), Allah menyatakan bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawabannya pada hari kiamat terhadap apa yang telah dikerjakannya di dunia ini. Maka, pada awal surat An-Nahl Allah menegaskan kepastian datangnya hari kiamat itu dan pada ayat ke-93 An-Nahl ditegaskan lagi pertanggungjawaban manusia ini.</p><p>3. Pada bagian pertama surat Al-Hijr, Allah menerangkan tentang kebenaran Al-Qur'an dan jaminan dari-Nya untuk memeliharanya, sedang dalam surat An-Nahl terdapat ancaman-ancaman untuk orang yang mendustakan kebenaran Al-Qur'an.</p>

Verse by verse

Surah Al-Hijr · Bukit

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Ayah 1

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُّبِينٍ

    Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.

  2. Ayah 2

    رُّبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

    Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

  3. Ayah 3

    ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

    Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).

  4. Ayah 4

    وَمَا أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُومٌ

    Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.

  5. Ayah 5

    مَّا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

    Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya).

  6. Ayah 6

    وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

    Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.

  7. Ayah 7

    لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

    Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?"

  8. Ayah 8

    مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُّنظَرِينَ

    Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh.

  9. Ayah 9

    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

  10. Ayah 10

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِي شِيَعِ الْأَوَّلِينَ

    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat yang terdahulu.

  11. Ayah 11

    وَمَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

    Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

  12. Ayah 12

    كَذَٰلِكَ نَسْلُكُهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ

    Demikianlah, Kami mamasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) kedalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir),

  13. Ayah 13

    لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ

    mereka tidak beriman kepadanya (Al Quran) dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu.

  14. Ayah 14

    وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا مِّنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ

    Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,

  15. Ayah 15

    لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَّسْحُورُونَ

    tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir".

  16. Ayah 16

    وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ

    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya),

  17. Ayah 17

    وَحَفِظْنَاهَا مِن كُلِّ شَيْطَانٍ رَّجِيمٍ

    dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk,

  18. Ayah 18

    إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُّبِينٌ

    kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

  19. Ayah 19

    وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُونٍ

    Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

  20. Ayah 20

    وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ

    Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.

  21. Ayah 21

    وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ

    Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

  22. Ayah 22

    وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ

    Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

  23. Ayah 23

    وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ

    Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

  24. Ayah 24

    وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ

    Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada-mu dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripadamu).

  25. Ayah 25

    وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

    Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan menghimpunkan mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

  26. Ayah 26

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

  27. Ayah 27

    وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ

    Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

  28. Ayah 28

    وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

  29. Ayah 29

    فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

    Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

  30. Ayah 30

    فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ

    Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

  31. Ayah 31

    إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ

    kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.

  32. Ayah 32

    قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ

    Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"

  33. Ayah 33

    قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

    Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"

  34. Ayah 34

    قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ

    Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

  35. Ayah 35

    وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ

    dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".

  36. Ayah 36

    قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

    Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,

  37. Ayah 37

    قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ

    Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

  38. Ayah 38

    إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ

    sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,

  39. Ayah 39

    قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

    Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

  40. Ayah 40

    إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

    kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".

  41. Ayah 41

    قَالَ هَـٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ

    Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).

  42. Ayah 42

    إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

    Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

  43. Ayah 43

    وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

    Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

  44. Ayah 44

    لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ

    Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

  45. Ayah 45

    إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

    Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

  46. Ayah 46

    ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ

    (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman"

  47. Ayah 47

    وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ

    Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

  48. Ayah 48

    لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ

    Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.

  49. Ayah 49

    نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

  50. Ayah 50

    وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ

    dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

  51. Ayah 51

    وَنَبِّئْهُمْ عَن ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ

    Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.

  52. Ayah 52

    إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنكُمْ وَجِلُونَ

    Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: "Salaam". Berkata Ibrahim: "Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu".

  53. Ayah 53

    قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

    Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim".

  54. Ayah 54

    قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَىٰ أَن مَّسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ

    Berkata Ibrahim: "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?"

  55. Ayah 55

    قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُن مِّنَ الْقَانِطِينَ

    Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa".

  56. Ayah 56

    قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

    Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".

  57. Ayah 57

    قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

    Berkata (pula) Ibrahim: "Apakah urusanmu yang penting (selain itu), hai para utusan?"

  58. Ayah 58

    قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُّجْرِمِينَ

    Mereka menjawab: "Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa,

  59. Ayah 59

    إِلَّا آلَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ

    kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya,

  60. Ayah 60

    إِلَّا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَا ۙ إِنَّهَا لَمِنَ الْغَابِرِينَ

    kecuali istrinya. Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)".

  61. Ayah 61

    فَلَمَّا جَاءَ آلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ

    Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut pengikutnya,

  62. Ayah 62

    قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ

    ia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal".

  63. Ayah 63

    قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ

    Para utusan menjawab: "Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.

  64. Ayah 64

    وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

    Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar.

  65. Ayah 65

    فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ

    Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu".

  66. Ayah 66

    وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَٰلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَـٰؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَ

    Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.

  67. Ayah 67

    وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ

    Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.

  68. Ayah 68

    قَالَ إِنَّ هَـٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ

    Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku),

  69. Ayah 69

    وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ

    dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina".

  70. Ayah 70

    قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ

    Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?"

  71. Ayah 71

    قَالَ هَـٰؤُلَاءِ بَنَاتِي إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ

    Luth berkata: "Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)".

  72. Ayah 72

    لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ

    (Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)".

  73. Ayah 73

    فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ

    Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.

  74. Ayah 74

    فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ

    Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.

  75. Ayah 75

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِينَ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.

  76. Ayah 76

    وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُّقِيمٍ

    Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).

  77. Ayah 77

    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ

    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

  78. Ayah 78

    وَإِن كَانَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ لَظَالِمِينَ

    Dan sesungguhnya adalah penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,

  79. Ayah 79

    فَانتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍ مُّبِينٍ

    maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang.

  80. Ayah 80

    وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَابُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِينَ

    Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,

  81. Ayah 81

    وَآتَيْنَاهُمْ آيَاتِنَا فَكَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

    dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling daripadanya,

  82. Ayah 82

    وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا آمِنِينَ

    dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.

  83. Ayah 83

    فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ

    Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi,

  84. Ayah 84

    فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

    maka tak dapat menolong mereka, apa yang telah mereka usahakan.

  85. Ayah 85

    وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

    Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

  86. Ayah 86

    إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

    Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

  87. Ayah 87

    وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

    Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.

  88. Ayah 88

    لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

    Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.

  89. Ayah 89

    وَقُلْ إِنِّي أَنَا النَّذِيرُ الْمُبِينُ

    Dan katakanlah: "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan".

  90. Ayah 90

    كَمَا أَنزَلْنَا عَلَى الْمُقْتَسِمِينَ

    Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah),

  91. Ayah 91

    الَّذِينَ جَعَلُوا الْقُرْآنَ عِضِينَ

    (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi.

  92. Ayah 92

    فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

    Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,

  93. Ayah 93

    عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

    tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.

  94. Ayah 94

    فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

    Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.

  95. Ayah 95

    إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

    Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),

  96. Ayah 96

    الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَـٰهًا آخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

    (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).

  97. Ayah 97

    وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

    Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,

  98. Ayah 98

    فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ

    maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),

  99. Ayah 99

    وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

    dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

About the Quran

The Quran

The Quran is the holy scripture of Islam. Muslims believe that it is the literal word of Allah (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى), revealed to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم) over a period of 23 years. The Quran is composed of 114 Surahs (chapters) and contains 6,236 Ayat (verses). Muslim beliefs and practices are based on the Quran and the Sunnah, the teachings and example of the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

The Kaaba in Mecca
A mosque in South America

Meccan Surahs

The Meccan Surahs are the earliest revelations sent down to the Prophet Muhammad (صلى الله عليه وسلم). They were revealed in Mecca, hence their name. These revelations form the foundation of the Islamic faith and contain guidance for Muslims on how to live their lives. The Meccan Surahs are also notable for their poetic beauty and lyrical prose.

Medinan Surahs

The Medinan Surahs are the later Surahs that, according to Islamic tradition, were revealed in Medina after the Prophet Muhammad's (صلى الله عليه وسلم) hijra from Mecca. They were revealed by Allah (سبحانه و تعالى) when the Muslim community was larger and more developed, as opposed to their minority position in Mecca.

Stay connected

Receive regular updates

New features, translations and reminders from AskTheQuran, straight to your inbox.

We use Mailchimp to send updates. You can unsubscribe at any time. See our privacy policy.

We may receive a commission if you click on a link and buy a product, service or similar, at no extra cost to you. Details are in the disclosure policy.